PISA’s Questions

The Program for International Student Assessment (PISA) is a system of international assessments that focuses on 15-year-olds’ capabilities in reading literacy, mathematics literacy, and science literacy. PISA also includes measures of general or cross-curricular competencies such as problem solving. PISA emphasizes functional skills that students have acquired as they near the end of compulsory schooling. PISA is coordinated by the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), an intergovernmental organization of industrialized countries. Begun in 2000, PISA is administered every 3 years. Each administration includes assessments of all three subjects, but assesses one of the subjects in depth. The most recent administration was in 2009 and focused on reading literacy.

PISA will next be administered in 2012. PISA 2012 will focus on mathematics literacy. Detailed results of 15-year-olds’ performance in mathematics literacy, as well as results in problem-solving and reading and science literacy, will be available.

Sample  Assessment  Questions

The items below are examples of questions 15-year-olds were asked to answer for PISA on Mathematics Literacy

Internet Relay Chat

Time in Sydney; time in Berlin.  What local times are suitable for the boys to chat?

Mark (from Sydney, Australia) and Hans (from Berlin, Germany) often communicate with each other using “chat” on the Internet. They have to log on to the Internet at the same time to be able to chat.

To find a suitable time to chat, Mark looked up a chart of world times and found the above.

Question 1:

At 7:00 PM in Sydney, what time is it in Berlin?

Answer:

The correct answer is:

10 AM or 10:00.

Question 2:

Mark and Hans are not able to chat between 9:00 AM and 4:30 PM their local time, as they have to go to school. Also, from 11:00 PM till 7:00 AM their local time they won’t be able to chat because they will be sleeping.

When would be a good time for Mark and Hans to chat? Write the local times in the table.

Answer:

The correct answer is:

Any time or interval of time satisfying the 9 hours time difference and taken from one of these intervals:
Sydney: 4:30 PM – 6:00 PM; Berlin: 7:30 AM – 9:00 AM

OR

Sydney: 7:00 AM – 8:00 AM; Berlin: 10:00 PM – 11:00 PM
Sydney 17:00, Berlin 8:00.

NOTE: If an interval is given, the entire interval must satisfy the constraints. Also, if morning (AM) or evening (PM) is not specified, but the times could otherwise be regarded as correct, the response should be given the benefit of the doubt, and coded as correct.

Sources:

http://nces.ed.gov/surveys/pisa/

http://nces.ed.gov/surveys/pisa/Items.asp?sub=yes&SectionID=2&CatID=5

Musik dan Matematika

                     Matematika adalah kebebasan,
          kita memainkannya seperti memainkan musik.

Matematika dalam musik
Kaitan matematika dengan musik sebenarnya telah lama, paling tidak semenjak masa Pitagoras. Hal ini berangkat dari moto perguruan tingginya “semuanya adalah bilangan.” Bagi mereka, bilangan asli dan rasionya merupakan basis dari semua fenomena alam apakah itu di bumi maupun di langit. Dalam musik, perguruan Pitagoras mempelajari hubungan antara panjang senar yang direntangkan dan nada yang dihasilkannya. Sebagai contoh, bila panjang sebuah senar dipotong, maka suara yang dipancarkan oleh petikan senar akan naik satu oktaf. Penyelidikan demikian membawa pada studi keselarasan musik.
 
Continue reading

Program Beasiswa Penataran Guru ke Jepang

Kesempatan emas meraih beasiswa non gelar ke Jepang terbuka untuk para guru di seluruh wilayah Indonesia. Kedutaan Besar Jepang kembali menawarkan beasiswa pemerintah Jepang (Monbukagakusho) bagi para guru Indonesia. Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa yang dirancang khusus bagi para guru yang ingin meningkatkan kualitas pengajaran dan memperdalam bidangnya. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa jepang) dan akan dimulai pada bulan Oktober 2012.

Kandidat yang bisa mendaftar dalam program ini haruslah berusia di bawah 35 tahun pada 1 April 2012, lulus S-1 atau D-4 dan guru SD-SMA di sekolah negeri dan swasta. Guru yang berhak mendaftar harus mengajar lebih dari lima tahun di lembaga pendidikan formal. Semua bidang ditawarkan kecuali, bahasa Indonesia, bahasa Daerah, bahasa Arab, pendidikan agama dan perhotelan. Kandidat harus bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah bahasa Jepang

Bagi yang berminat, dokumen pendaftaran paling lambat diterima pada 27 Januari 2012. Formulir pendaftaran dan informasi lebih lanjut bisa mengaksesnya di lamanhttp://www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html.

Atau dapat diperoleh di Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Denpasar, Medan, dan Konsuler Jepang di Makassar. Keterangan lebih lanjut soal program ini dapat diperoleh di Kedubes Jepang bagian pendidikan di nomor 021-31924308 ext 175-176.

Beasiswa The Indonesia English Language Study Program


The Indonesian International Education Fondation (IIEF) yang merupakan yayasan pendidikan internasional-Indonesia memberikan The Indonesia English Language Study Program (IELSP) bagi mahasiswa S1 berbagai jurusan dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia (semester 5 ke atas namun belum menempuh ujian/ sidang kelulusan).Mahasiswa terpilih akan mengikuti kursus intensif Bahasa Inggris dan belajar budaya Amerika selama 8 (delapan) minggu di universitas ternama di Amerika Serikat.Batas akhir pendaftaran tanggal 18 November 2011.Keterangan lebih lanjut dan formulir aplikasi dapat diakses di:

The Indonesian International Education Foundation (IIEF)

Menara Imperium 28th Floor Suite A&B

Jl. H.R Rasuna Said Kav 1, Jakarta 12980

Telepon 021-8317330

Fax 021 8317331

Home

http://www.iief.org/ielsp

scholarship@iief.or.id

 

Sumber: dikti.go.id