Keindahan Matematika Pada Areal Persawahan Masyarakat Manggarai

Sebuah Kearifan Lokal yang Patut Dikaji

Oleh Disnawati

Apabila anda mengunjungi Pulau Flores, jangan lupa untuk mampir ke Kabupaten Manggarai untuk melihat sebuah keunikan. Keunikan itu akan membuat anda sedikit tercengang. Betapa tidak, dari jaman nenek moyang masyarakat Manggarai memiliki areal persawahan yang berbentuk jaring laba-laba. Sawah berbentuk jaring laba-laba ini kaya akan konsep matematika seperti titik pusat/titik tengah, konsep pembagian, pecahan, segitiga, persegi bahkan trapezium dan lingkaran.

Rupanya nenek moyang orang Manggarai telah mengenal konsep pembagian jauh sebelum kita mengenal matematika.

Titik tengah yang disebut LODOK merupakan sebuah pusat lingkaran. Pembagian sawah  di tentukan dari titik Lodok ini kemudian ditarik beberapa garis lurus sebagai pembatas hingga menuju garis terluar tanah ulayat. Sehingga sawah terbentuk menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, tujuannya yaitu agar memudahkan pembagian untuk anggota keluarga secara adil dan merata.

Masih jelas dalam ingatan saya ketika berlibur pada 2010 yang lalu bertemu dengan turis asal Polandia ,Swiss dan Jerman yang sedang asyik menikmati pemandangan dan mengambil gambar sepanjang jalan raya Labuan Bajo-Ruteng tepatnya di Cancar. Mereka bilang itu : Spider Web. Yah, Spider Web of Manggarai bukan hanya milik para wisatawan tetapi juga milik orang matematika.

Baca juga: Spiderweb Ricefield

9 thoughts on “Keindahan Matematika Pada Areal Persawahan Masyarakat Manggarai

  1. Saya tidak menyangka kalau LODOK sebagai budaya Manggarai yang bersentuhan langsung dengan Matematika. Saya mendukung kalau ,meneliti tentang lodok sebagai bahan penelitian primer dalam sebuah penelitian yang berhubungan dengan Realistik Matematika. Semoga Berhasil.

    • Aminnn…Sering terjadi dalam aktivitas harian kita menggunakan aplikasi matematika, sayangnya kita tidak menyadari hal itu. Mungkin itulah penyebab utama yang membuat matematika jauh dan dihindari byk orang…Sekarang, dengan PMRI yang mengangakat kearifan lokal Ina, mudah2an semakin dekat di hati semua orang….

  2. Pingback: Keindahan Matematika Pada Areal Persawahan Masyarakat Manggarai | P4mri Universitas Nusa Cendana

  3. artinya org Manggarai mengenal matematika sejak jaman dahulu kala. Mereka membagi tanah tanpa menggunakan peralatan yh digunakan oleh bagian pertanahan tetapi hanya menggunakan jari2 tangan mereka.

    • Tabe…benar sekali ite, meski nenek moyang kita menggunakan cara trdisional dalam pembagian tanah tetapi tetap adil artinya setiap orang mendapatkan bagian yg sama, Nah, itu juga merupakan konsep dasar matematika; berbagi yang adil…. Semoga spider web of Manggarai semaikin banyak dikunjungi wisatawan dan scientist yang ingin menggali fakta dibalik keunikkan ini…

  4. Benar le om Gas… Nenek moyang kita itu luar biasa. Ternyata mereka sdh cerdas secara matematis. Barangkali ada kecerdasan lain yang perlu kita gali sebagai bagian dari kekayaan akan kearifan lokal yang harus kita gali terus menerus bwt anak cucu yang saat ini semakin dipengaruhi efek negatif globalisasi.

    • Terima kasih atas comentx…Sampai saat ini, ada 2 hal lain yang menarik perhatian saya tentang kebudayaan Manggarai. Pertama tentang pembagian lahan (lingko) yang sedikit sudah diulas disini. Kedua, tentang filsafat rumah adat tradisional Manggrai (mbaru wunut) ditinjau dari perspektif matematika. Seperti kita ketahu bahwa, rumah adat tersebut berbentuk kerucut. Kerucut merupakan salah satu bentuk bangun ruang yang kita pelajari melalui matematika. Sayangnya, sampai saat ini, penelitian
      dibidang ini belum ada.. . Tidak berlebihan bila suatu saat nanti para pendahulu org manggarai disejajarkan dengan matematikawan dunia yg telah dikenal selama ini…siapa tahu???

  5. ENU…..LANJUTKAN PENELITIAN INI, ADA KAITAN DENGAN ETHNO MATHEMATICS. DAN KITA AKAN KAJI KE DAERAH LAIN. YOUR GREAT IDEA TO INPIRE OTHERS STUDENT. WHO WILL THE NEXT? KEEP GOING WITH YOUR GREAT IDEA. THANKS

    • Terima kasih Pa telah berkunjung ke blog saya. Amin, akan diteruskan pa. Untuk sementara, saat ini saya sedang mendesain penelitian tentang permainan tradisional yang bisa berlaku secara nasional karena hampir di semua daerah di nusantara ada permainan ini. Untuk penelitian ttg sawah matematika, akan menjadi target utama saya selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s