Pesan Pendidikan dari Three Idiots

BUKAN 3 IDIOT BIASA

Tulisan ini terinspirasi dari film 3 Idiots yang diperankan oleh Amir Khan sebagai Rancho dan kedua temannya Raju dan Farhan. Pertama kali saya mau menonton film ini karena  iseng-iseng  penasaran dengan judulnya “3 Idiots”. Kok idiot sih???…Idiot dalam kamus bahasa Indonesia memiliki arti : taraf (tingkat) kecerdasan berpikir yg sangat rendah (IQ lebih kurang 25); daya pikir yg lemah sekali. 
Setelah saya menontonnya, saya akhirnya jatuh cinta dengan film ini. Betapa tidak, bukan hanya sekali saya menonton tetapi berkali-kali dan filenya masih tersimpan rapi di laptopku.
Ada beberapa pesan penting yang bisa saya petik dari film tesebut semangat seorang mahasiswa, Rancho untuk menuntut ilmu dengan gaya yang sangat unik bahkan kebaikan hatinya mampu merubah nasib kedua sahabatnya yang memiliki kemampuan rendah, Farhan dan Raju menjadi orang sukses.
Film ini memberikan ktitikan tajam terhadap gaya mengajar yang berpusat pada buku tanpa memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mengikuti apa yang dikatakan buku mungkin berpeluang besar menjadikan seseorang seperti robot karena hanya bisa mendikte/menghafal saja dari buku tanpa mengalaminya sendiri. Keotoriteran gurupun tak luput dari kritikan dalam film ini. Penempatan guru pada posisi yang paling tinggi (gap) daripada pemelajar, serba tahu dan tidak boleh ditanya apalagi diperdebatkan seakan-akan ada peraturan bahwa semua hal yang dikatakan guru pasti benar, pemelajar hanya boleh mendengarkan dan tidak boleh mengeritik.
Film ini juga mengeritik sikap orang tua yang menyekolahkan anaknya berdasarkan prestige dan keinginan mereka tanpa memperhatikan bakat dari anak itu sendiri. Menyekolahkan  anaknya di sekolah/universitas ternama padahal tidak ada satupun jurusan di universitas tersebut yang sesuai dengan bakat anak, intinya asal sandang nama universitas besar.
 Rancho muncul dalam situasi seperti diatas, ketika temannya dipaksakan oleh orang tuanya menjadi seorang insinyur, dia mendukung temannya untuk berhenti kuliah dan menjadi seorang fotografer sesuai bakatnya. Rancho tidak hanya dibenci oleh para orang tua sahabat-sahabatnya tetapi juga oleh sang rektor Viru Sahastrabudhe (Virus). Dia pun nyaris dikeluarkan dari universitasnya. Untunglah, Rancho bukan idiot biasa, dia memiliki otak cemerlang dan lulus dengan predikat luar biasa. Terlebih lagi, berkat kegigihan Rancho melawan Virus,semua mahasiswa di universitas tersebut bebas berekspresi tanpa adanya tekanan dalam belajar.

Yah..3 Idiot telah mengajarkan banyak hal…setidaknya yang perlu kita catat bahwa orang pintar dan sukses tidak mesti lahir dari sebuah pendidikan yang ketat dan terkesan dipaksakan, tetapi lahir dari sebuah keinginan, semangat serta cita – cita. Kita dapat belajar dari semua hal “Semua tempat adalah Sekolah, semua orang adalah Guru”  All is Well

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s